Surga bawah laut terindah di Indonesia

Surga bawah laut Indonesia sebuah sebutan yang selayaknya bagi kekayaan bahari di Indonesia. Indonesia adalah sebuah negara di wilayah kepulauan yang terletak di daerah tropis, maka keragaman bahari tidak ada yang bisa meragukan. Salah satu kekayaan bahari Indonesia adalah taman bawah laut yang juga merupakan tempat tinggal beraneka ragam biota laut. Berikut ini beberapa surga bawah laut Indonesia. Baca lebih lanjut

Krakatau & Komet Bonilla : Ketika Petaka Dahsyat Melintas Di Depan Mata.1883

KRAKATAU
Salah satu bencana terhebat dalam beberapa abad terakhir. Mulai dari letusan, tsunami, dan awan debu yang menyebabkan kelaparan sampai benua Eropa.

Letusan katastrofik meremukkan hampir segenap pulau Krakatau menjadi abu dan mengambrukannya ke dasar laut seiring terbentuknya kaldera berkedalaman 250 meter dari permukaan laut, kecuali bagian kecil di sudut tenggaranya yang kini menjadi pulau Rakata. Letusan menyemburkan sedikitnya 20 kilometer kubik magma setara batuan dengan sekitar 40 % diantaranya disemburkan menjadi debu vulkanis hingga setinggi 40 km. Ambruknya tubuh gunung disertai hembusan debu dan gas dari dapur magmanya tak hanya menyebabkan terjadinya letusan vertikal yang membumbungkan debu vulkanis hingga sangat tinggi. Namun juga terjadi letusan horizontal (lateral), dimana debu vulkanis dan gas bersuhu sangat tinggi ditembakkan sebagai awan panas, yang melaju dengan kecepatan tinggi secara mendatar khususnya ke utara. Ketimbang (kini Katibung, kaki Gunung Rajabasa, Lampung) menjadi saksi betapa awan panas produk letusan horizontal Krakatau menderu hingga tiba di sini, setelah meluncur sejauh 40 km menyeberangi Selat Sunda. Sekitar 1.000 orang tewas terpanggang di sini. Namun lebih banyak lagi yang terbantai tsunami. Angka resmi yang dilansir pemerintah kolonial Hindia Belanda menyatakan letusan Krakatau menelan korban jiwa hingga 36.417 orang. Namun jumlah sesungguhnya diperkirakan lebih besar dari itu, bahkan ada dugaan korban jiwa letusan menyentuh angka 120.000 orang. Baca lebih lanjut